Minggu, 24 Juni 2018

Tentang Pilihan Menjadi 'Dewasa' | Slice of Life | Lil P Journey

Sambori - September 2017

Menjadi dewasa ya? Pernah dengar kalimat "menjadi dewasa itu pilihan". Memang benar tak semua orang dapat berperilaku dewasa pada umur yang seharusnya sudah menuntunnya pada fase tersebut. Kau tau, dulu saat aku masih duduk di Sekolah Dasar, ada seorang pemuda mengatakan "kamu masih kecil, kok udah pengen gede? nanti marahin Tuhan loh". Ah, baru kusadari akhir-akhir ini. Saat waktu begitu sangat berharga untuk istirahat. Begitu waktu 'main' sangat terpangkas oleh kesibukan 'ala kantor'.

Kalian tau, dewasa itu bukan tentang patokan umur bukan tentang tua dan muda. Berbeda dengan kids zaman now  yang katanya berperilaku dewasa. Come on Dude, mereka bukan berperilaku dewasa. Mereka hanya kumpulan kanak-kanak yang terkontaminasi tajamnya teknologi yang tak diimbangi dengan tanggungjawab. Lebih aneh lagi dengan orangtua yang bangga dengan anaknya yang berperila bak orang 'gede' dengan fashion dan tutur kata yang tak selayaknya di usia mereka.

Mari kembali ke topik. Jika kelak kalian sudah merasakan pahit manisnya dunia, pahit manisnya jatuh cinta dan patah hati, pahit manisnya bertemu dan berpisah, pahit manisnya kuliah dan revisi, pahit manisnya kopi dan es kepal milo, pahit manisnya berjuang lalu gagal dan berjuang lalu sukses, kalian akan tau kemana 'dewasa' yang kalian inginkan. Pertama, menjadi dewasa sebagai pemikir berat yang menghabiskan sebagian waktunya di depan komputer dengan jaringan internet dan laporan-laporan yang mesti diselesaikan (saya berada di fase ini terkadang, hahaha). Kedua, menjadi dewasa dengan pemikiran kritis tentang kehidupan politik, sosial dan alam (atau bahkan agama) dengan sumber informasi yang kalian dapat dari buku, berselancar di dunia yang katanya 'maya' tapi toh mampu mempertemukan manusia di kehidupan nyata dan dari pengalaman serta pengamatan langsung. Ketiga, menjadi dewasa dengan cara kalian mempelajari hidup kalian sendiri, dari gagal, berjuang kemudian berhasil, lalu berdua dan akhirnya menjadi sendiri lagi, dewasa dengan cara yang kalian tau tidak akan membosankan.

Hi! Selamat beristirahat.
Awalnya aku ingin mengisahkan tentang keluh kesah teman-teman yang lelah dengan kehidupannya, tapi, ah mungkin mereka belum menemukan manisnya 'bersykur'.

Read More

Senin, 11 Juni 2018

Sementara Waktu Bergerak Maju | Lil P Journey | Poetry

Cengeng  rasanya kalau akau tak mengaku kehilangan 'kamu'. Berpura-pura kuat padahal ada kepingan yang hilang. Yang dulunya genap, sekarang ada bagian yang terpotong. Dan pada satu titik aku sadar, bahwa memilih pasangan bukan tentang melengkapi hingga menjadi candu. Tapi bagaimana kita bisa saling menghargai satu sama lain, saling berjalan beriringan sembari memantaskan diri. Dan kita akan menjadi kuat dengan dan atau tanpa pasangan kita. Karena dunia adalah tentang satu kata yang disebut "sementara".

Mungkin orang-orang yang berkata "aku atak pernah patah hati" adalah mereka yang punya hati tapi tak pernah memakainya. "Hatiku terlalu berharga untuk menyesali kepergiannya', kata mereka, biarkan saja orang-orang dengan sarkasme ego mereka. Orang yang kuat bukan yang tak pernah merasa kehilangan. Bagaimana mereka tahu mereka kuat sedang mereka tak pernah merasakan jatuh dan kemudian berhasil bangkit? Jadi bersyukurlah untuk kamu yang pernah jatuh dan berhasil bangkit, mengikhlaskan rasa sakitmu agar dapat kau pelajari hingga kau tak akan jatuh di tempat yang sama. Mengikhlaskan bukan berarti melupakan. Melupakan hanya akan membuatmu menjadi manusia dengan perasaan-perasaan yang kau coba untuk tak mengingatnya lagi, dan mengikhlaskan adalah saat kau berhasil berdamai dengan dirimu sendiri, dapat tersenyum lega ketika bertemu dengan orang yang membuatmu patah dan pada akhirnya, yang dulunya menggebu-gebu akan berakhir 'biasa'.

Ternyata begini tulisan orang yang katanya suka menulis tapi jarang menulis selain ketikan huruf-huruf yang berjajar rapi setiap Senin hingga Jum'at dalam alur jam yang sama, jam 8 pagi hingga jam 5 sore. Ah, sejak kapan aku terjebak dalam rutinitas orang dewasa yang pada waktunya dapat kusebut 'membosankan', dan pada satu waktu kusebut 'tantangan'?
Read More

Sabtu, 26 Mei 2018

Malam Tanpamu

Sepi, satu kata itulah yang mampu menghadirkan berbagai prasangka
Kau dengan duniamu yang entah tak pernah aku mengerti
Kau dengan semua misterimu yang kucoba redam untuk tak peduli
Kau adalah lelaki bebas yang selalu menarik untuk ku peluk

Entah sudah berapa lama aku mencoba menunggu, tapi tak ada jawabmu
Tapi aku, wanita
Ya, wanita
Yang tak pernah ingin menunjukkan peduli karena ego dan harga diriku yang terlampau tinggi

Aku rindu...
Aku hanya ingin kamu tau dua kata itu
Barangkali, bila ku panjatkan doa, kamu akan pulang
Barangkali, bila aku mencoba lebih bersabar, kamu akan datang

Tapi, tak apa bila kau tak datang
Aku,


Sudah terbiasa begini

Ditinggal
dan
Sendiri

Mereka adalah temanku
Tapi, malam ini aku rindu
Rindu dengan pelukmu
Rindu aroma parfum mu
Rindu...
Pulanglah...
Pintaku
Read More

Kamis, 17 Mei 2018

Pedihku Kala Semesta Memadamkanmu | Lil P Journey


Aku meraba, tapi tak ada rasa sakit dimanapun
Tapi ngilu itu tetap hadir
Bahkan sebelum gelap selalu ada senja. Bukan tiba-tiba
Sebelum hujan, juga ada awan mendung yang menggantung di langit. Bukan seketika

Jika manusiawi adalah tentang pertemuan dan perpisahan, maka wajarlah ketika semua ‘penasaran’ itu usai, maka akan diakhiri dengan ‘hilang’

Lalu dalam sekejap alam dan konspirasinya memporak-porandakan daratan taman bermain dengan bianglala raksasa yang telah membawa kita menuju senja

Beri kisah kita sedikit waktu agar ku dapat merangkai sajak tentang senja dan tatapanmu, tentang fajar dan senyummu, tentang semesta dan pemikiranmu

Ketika seorang petualang lupa jalan pulang, mungkin dia sedang lupa bahwa dia masih di atas bumi

Dan obat dari semua beban berat itu adalah bepergian ke pantai atau gunung atau secangkir kopi dan coklat panas di kedai kecil sudut kota

Jika kelak aku tak kembali, bisa saja aku telah menetap pada sebait kalimat penuh khitmat dalam rumah yang ku namai “keluarga”. Selamat hari Senin

PS
Read More

Selasa, 08 Mei 2018

Bola-bola Kapas | Lil P Journey

 
Aku suka biru ketika menjadi tosca
Aku suka merah ketika menjadi peach 

Tapi kau bukan bagian dari sajak yang ku rangkai
Seperti kata Fiersa Besari dalam lagu Waktu yang Salah : kita adalah rasa yang tepat di waktu yang salah
Kau adalah improvisasi dari sajak yang ku tulis
Kau adalah lampu yang terang saat pikiran padam
Kau adalah oase dalam tandusnya hati

Seperti kata orang, jatuh cintalah
Lalu kau akan tau, sejauh mana sajak mu akan berlayar
Pada seperpihan patah hati yang kau beri warna tosca
Atau pada semu malu-malu yang kau warnai peach

Bola-bola kapas yang manis itu tak kan bertahan lama
Ya...
Seperti itulah kamu. Manusia
Hatimu, bukan milikmu
Tapi milik Tuhanmu
Kau gantungkan hatimu disana. Ditangan Nya
Lantas kau akan tau, begitu mudahnya Tuhan dan keajaiban Nya merubah hatimu
Merubah patah hatimu, menjadi sebuah kebahagiaan besar
Lebih besar dari luka yang pernah ada, hingga kau akan lupa kau pernah patah dan terluka

Read More

Sabtu, 05 Mei 2018

Malam Minggu | Lil P Journey


Bukan rindu bila tak berjarak - LilPJourney

***

Dari sekian banyak malam minggu, malam ini aku ingin merindukan mu
Kamu, bukan seseorang yang ‘lebih’
Hanya satu dari sekian banyak orang yang mampu menyelinap masuk dalam pertahananku
Kamu yang menolak peka
Kamu yang kadang pergi dan datang dengan kalimat : gw biasa pergi kalau uda nyaman
Kau pikir hati wanita hanya sedangkal itu untuk kau rumtuhkan?
Kau pikir kau mampu merobohkan hati yang sudah kau tempa sekian ratus menit?
Kau pikir sudah berapa jauh jarak yang kau upayakan untuk ‘aku dan kamu’

***
Nyaman itu jebakan(!)
Kalian pasti tau senyaman apa pelukan seseorang saat kalian lagi ‘perlu’
Kalian pasti tau sehangat apa genggaman seseorang saat kalian lagi ‘jatuh’
Kalian pasti tau selembut apa tatapan saat kalian ‘ragu’
Atau sepahit apa kopi saat kalian patah ‘hati’
Atau semanis apa ‘es kepal milo’ saat kalian jatuh ‘hati’
Perkara ‘hati’ manusia tak akan bisa berencana
Jangankan berencana, memikirkan saja bisa membuat kamu terpelintir
Bagaimana kalau suatu saat nanti aku memilih pergi dari mu dan berjalan keluar dari zona nyaman yang telah kita bangun? Dari zona yang kau namai ‘teman’
Bolehkan aku berbangga diri karena bisa menahanmu dan menarikmu untuk beberapa jam bersama dalam guyuran hujan? 
Cerita tentangmu adalah bait panjang yang tak pernah habis
Cerita tentangmu adalah perjalanan panjang penuh kejutan yang tak pernah usai
Cerita tentangmu adalah waktu senja hingga fajar yang tak kunjung jenuh ku nanti

Kamu, lelaki pengelana yang masih haus tualang
Pergilah, kejar petualangan panjang yang kelak aku yakin tak kan pernah membuatmu lelah
Karena aku tau seberapa nikmatnya menikmati alam dan kopi
Walau cara kita berbeda,
Walau cara kita bertolak belakang,
Tapi bukan kah semua orang akan pulang?
Read More

Kembali | Lil P Journey


Banyak rangkaian kata yang ingin kususun menjadi kalimat-kalimat syahdu
Kata manis dan getirnya tentang 'hati'

Lalu ketika ku buka lembar kosong, lalu kata-kata itu buyar. Lari seperti dirimu yang memutuskan pergi. Rasanya sudah lama kita tak menyusun kalimat-kalimat penuh makna dalam jarak yang kita tau tak jauh, tapi cukup untuk memisahkan.
Aku tau rasa nyaman yang kita coba buat. Aku tau rasa kecewa yang aku ciptakan mampu membuatmu padam dan menjaga jarak. Tapi aku juga tau kamu sedang berusaha mendekat (lagi) walau kamu sadar aku masih sama. Sosok kecil dengan kekanakan yang bisa membuatmu gemas.

Bolehkah aku meminjam tanganmu untuk ku genggam lagi seperti malam itu? Saat hujan malam itu. Ya. Malam minggu pertama kita. Saat satu kata 'halo' mampu meruntuhkan langitku malam itu. Saat satu 'senyuman' mampu merobohkan ego ku untuk tak terlihat bahagia karena ada kamu.

Entah sudah berapa lama waktu yang kau bunuh untuk hanya berpura-pura mendekatiku
Entah sudah berapa banyak ego ku bunuh untuk 'rindu'

Lalu setelah semua hal itu, akupun takut untuk meletakan sebuah 'nama' dalam hati. Aku tau sakitnya ditingglakan, aku tau sakitnya berharap. Dan aku juga tau caranya meninggalkan dan memberi harapan.

Yang aku tak tau adalah, kenapa dari sekian banyak manusia, kenapa 'kamu'?
Kenapa kamu yang selalu mampu merobohkan apa yang aku bangun?
Tapi, aku tak ingin tinggal di dalam hati orang yang tak pernah kosong
Ya....
Aku tau masih ada nama'nya' meski hanya serpihan yang kau sebut 'teman'
Ya....
Aku pun tau, tak kan ada orang sama di dunia ini. Jadi aku tak ingin menjadi pengganti'nya'. Aku pun tak ingin menjadi apapun yang kamu minta. Aku hanya ingin dilihat sebagaimana mestinya. Aku hanya ingin kamu melihatku sebagaimana 'aku'.


-----------

Kemarau, dalam guyuran hujan
Read More