Senin, 11 Juni 2018

Sementara Waktu Bergerak Maju | Lil P Journey | Poetry

Cengeng  rasanya kalau akau tak mengaku kehilangan 'kamu'. Berpura-pura kuat padahal ada kepingan yang hilang. Yang dulunya genap, sekarang ada bagian yang terpotong. Dan pada satu titik aku sadar, bahwa memilih pasangan bukan tentang melengkapi hingga menjadi candu. Tapi bagaimana kita bisa saling menghargai satu sama lain, saling berjalan beriringan sembari memantaskan diri. Dan kita akan menjadi kuat dengan dan atau tanpa pasangan kita. Karena dunia adalah tentang satu kata yang disebut "sementara".

Mungkin orang-orang yang berkata "aku atak pernah patah hati" adalah mereka yang punya hati tapi tak pernah memakainya. "Hatiku terlalu berharga untuk menyesali kepergiannya', kata mereka, biarkan saja orang-orang dengan sarkasme ego mereka. Orang yang kuat bukan yang tak pernah merasa kehilangan. Bagaimana mereka tahu mereka kuat sedang mereka tak pernah merasakan jatuh dan kemudian berhasil bangkit? Jadi bersyukurlah untuk kamu yang pernah jatuh dan berhasil bangkit, mengikhlaskan rasa sakitmu agar dapat kau pelajari hingga kau tak akan jatuh di tempat yang sama. Mengikhlaskan bukan berarti melupakan. Melupakan hanya akan membuatmu menjadi manusia dengan perasaan-perasaan yang kau coba untuk tak mengingatnya lagi, dan mengikhlaskan adalah saat kau berhasil berdamai dengan dirimu sendiri, dapat tersenyum lega ketika bertemu dengan orang yang membuatmu patah dan pada akhirnya, yang dulunya menggebu-gebu akan berakhir 'biasa'.

Ternyata begini tulisan orang yang katanya suka menulis tapi jarang menulis selain ketikan huruf-huruf yang berjajar rapi setiap Senin hingga Jum'at dalam alur jam yang sama, jam 8 pagi hingga jam 5 sore. Ah, sejak kapan aku terjebak dalam rutinitas orang dewasa yang pada waktunya dapat kusebut 'membosankan', dan pada satu waktu kusebut 'tantangan'?

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung. Kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar ya ^^ yang mau ngajak ngopi bareng juga bisa *eehh