Kamis, 25 Februari 2016

TANBO ART, SENI LUKIS SAWAH DI JEPANG | LIL P JOURNEY

Sepertinya akhir-akhir ini susana hati lagi galau.
Katanya kalau lagi galau, artinya kita lagi jauh sama Tuhan -__- pfffft. Mungkin karena banyak drama kali ya, makanya isi blog nya tentang kata-kata manis. Hahaha

DAMN!

Yuk kita move on, seperti daku yang lagi move on. Haha
Karena Jepang merupakan salah satu negara favorite gue, jadi kali ini kita bahas tentang negeri matahari terbit ya. 


Kemajuan teknologi ternyata di Jepang tidak sebatas pada gadget dan alat trasportasinya. Dalam bidang seni pun Jepang memang patut diacungi jempol. Contohnya mang, film animasi dan ada lagi seni melukis sawah. 

Udah pernah dengar belum, kalau di Jepang ada seni melukis wajah sawah? Yap, seni melukis sawah atau biasa disebut tanbo art merupakan hasil seni dari petani Jepang. Dalam bahasa Jepang tanbo berarti beras/padi. 

Tanbo art bukan hal yang baru di Jepang. Seni tanbo art sudah muncul sejak 1993 (pas gue lahir tuh) di Desa Inakadate. Desa Inakadate ini berada 600 mil dari Tokyo. (Please jangan tanya jalan masuknya, gue belum pernah ke sana -__- ).


Di tahun tersebut, penduduk Inakadate sedang mencari cara untuk merevitalisasi desa mereka. Eksplorasi arkeologi memberikan kesadaran bahwa padi telah ditanam di daerah tersebut selama lebih dari 2000 tahun.

Untuk menghormati sejarah ini, mulailah mereka membuat inovasi karya seni dan sawah dipilih sebagai medianya. Guna memperoleh warna yang beraneka rupa, petani Inakadate menggunakan empat jenis varian padi.

Proses penciptaan Tanbo Art lumayan rumit dan penuh ketelitian. Desain gambar dibuat awal dengan bantuan komputer sebelum diterapkan di atas “kanvas hijau raksasa”. 



Tanbo art terlihat dari dekat.
Setiap bulan April, warga desa bertemu dan memutuskan apa yang akan ditanam selama tahun berjalan. Misalnya saja, di tahun 2007 saja ada 700 petani yang membantu dalam satu proyek Tanbo Art. Menurut sumber Wikipedia, lukisan Gunung Iwaki yang sederhana menjadi lukisan yang pertama dibuat, dan dikerjakan selama sembilan tahun. Cukup lama juga kan untuk membuat satu buah tanbo art.

Proses penciptaan karya seni Tanbo Art ini memang memakan waktu yang cukup lama dan proses pembuatannya pun harus dilakukan dengan perhitungan tertentu yang mendetail. Hal ini dikarenakan proses penciptaan Tanbo Art melibatkan tanaman padi sebagai media yang mungkin memakan waktu hingga beberapa tahun sampai terciptanya sebuah gambar yang sempurna. 
Untuk mewujudkan sebuah karya seni visual  tersebut, para petani mengadakan penelitian dan pengembangan dari beberapa jenis varian padi yang memang memiliki kekhasan warna tertentu yang nantinya akan dipadukan menjadi sebuah bentuk lukisan raksasa pada bidang sawah. 
Desain awal dari sebuah  Tanbo Art biasanya dibuat terlebih dahulu di komputer dengan menggunakan skala tertentu sehingga nantinya presisi gambar yang ingin diciptakan dapat terukur ketika proses pembuatannnya. Belakangan ini ada juga beberapa hasil karya Tanbo Art yang menggunakan karakter-karakter dari anime Jepang terkenal seperti naruto (bisa search di google image ya).

Di masa sekarang, pembuatan Tanbo Art ini menjadi agenda tahunan bagi beberapa penduduk di beberapa daerah yang masih beriklim agraris.
Tanbo Art yang menurut beberapa kalangan seniman dianggap sebagai salah satu karya seni bercita rasa tinggi ini hingga kini masih menjadi salah satu daya tarik bagi turis yang berkunjung ke daerah Jepang.

Saat ini Tanbo Art sudah menyebar ke berbagai wilayah di Jepang dan bisa dibilang merupakan salah satu objek wisata yang patut diperhitungkan. Adanya tanbo art juga menjadi bukti bahwa kaum tani pun memiliki cita rasa seni yang tinggi.

Baiklah, semoga informasi ini bisa menambah rasa lapar pengetahuan. Jangan lupa follow IG ku ya : @putriii_santoso


#LilPJourney