Selasa, 15 Desember 2015

IJEN, API BIRU YANG MENGOBARKAN SEMANGAT

Blue fire kawah ijen : 04.49 am
Indonesia memang negeri yang kaya.
Negeri yang menjanjikan hamparan alam nan indah, laut kaya akan segala macam flora dan fauna, dan budaya yang beraneka ragam.

Menyambangi ujung Pulau Jawa tepatnya di Banyuwangi. Ternyata benar kata orang, yang ujung itu yang indah. Hahaha. Padahal udah lama banget pengen post cerita ke Banyuwangi. Tapi karena tugas kuliah yang numpuk dan kerjaan setuyuk, jadi mau dikata apa.

Akhirnya hari ini, tangan yang kelu ini mampu menggerakan uratnya untuk sharing perjalanan di Banyuwangi yang amazing.

Agak nggak nyangka sih sebenernya bisa menapakan kaki di sana. Bersama salah satu miss abnormal yang namanya berinisial Silvia Yuliani biasa dipanggil Piong (ya elah itu namanya -__-") kami berhasil mewujudkan mimpi pergi dari rumah dan sersenang-senang.

Rabu, 13 Mei 2015 akan tercetak sebagai hari bersejarah. Selain karena kita berhasil ke mendarat di Banyuwangi dengan selamat. Tapi juga insiden di pagi hari yang lumayan ekstrim.

Gimana nggak ekstrim kalo udah mahal-mahal beli tiket, tapi hampir ketinggal pesawat. Agak semprul juga temen gue yang satu itu. Udah tau pesawat jam 06.30 wita, dia berangkat dari rumah jam 05.15 wita -__-"

Akhirnya setelah wara-wiri akhirnya tu bocah nggak ketinggalan. Malah kita di anter ke pesawat pake mobil khusus. Hahaha. Tanpa merasa bersalah kami duduk dengan nyengir di pesawat, dan ketawa kaya orang nggak punya dosa.

Jam 6.30 WIB kita sudah sampe di Juanda. Lanjut perjalanan ke Banyuwangi pake bis. Karena rujukan dari seorang teman yang bilang lebih enak naik bis dari pada naik kereta. Tetapi, aku menyasalinya. Nggak enak banget naik bis. Perjalanan lebih panjaaaaaang banget. dan lagi harus naik turun bis. Gonta-ganti bis dan harus tanya berulang kali.

Aku ingetin ya buat kalian yang beru pertama ke Banyuwangi, mendingan naik kereta. Bisa liat jadwal keretanya di sini. Naik kereta ternyata lebih efisien dan lebih menguntungkan karena selain murah juga lebih cepat dari pada naik bis. Dan kalaupun pengen naik bis, cari bis yang jurusan langsung ke Banyuwangi.

Setelah melewati perjalanan panjang dengan 3x ganti bis akhirnya sekitar pukul 16.30 WIB kita sampai di perempatan Chongkeng sesuai instruksi dari rumah singgah untuk melanjutkan perjalanan ke Stasiun Karang Asem.

Dijemput sama dua orang kece Bang Andre dan entah yang satu siapa namanya. Bisa follow IGnya : andri_irawan08. Lokasi Rumah Singgah Backpacker di Banyuwangi terletak di dekat stasuin Karang Asem. Nah karena itu lebih baik naik kereta. Bisa jalan kaki sekitar 50 meter langsung sampe di Rumah Singgah. Nggak ribet kan?

Sampe rumah singgah sekitar 16.45 WIB, leyeh-leyeh dulu dan jangan lupa say hello sama sesama teman backpacker. Hitung-hitung bisa sharing dan bisa tambah temen.

Setelah mandi dan istirahat, sekitar pukul 01.00 wib bersama 4 orang temen lainnya, kami naik jeep menuju Kawah Ijen. Ingat selalu untuk berdoa dan pamitan sama orang tua ya ^^

Tujuan utama kami datang jauh-jauh dari Banjarmasin ke Banyuwangi tak lain dan tak bukan karena Blue Fire dari Kawah Ijen. Sampe-sampe si Piong mempi dan ngerengek-rengek minta cepetan ke Banyuwangi.

Setelah sekitar 1 jam perjalan menuju Paltuding (pintu masuk ke Kawah Ijen), sekitar pukul 2.15 kami sudah bernagkat mendaki Kawah Ijen. Jangan lupa bawa maskers ekstra. Karena aroma belerang bercampur dengan hawa dingin bisa sangat menusuk hidung.

Disela-sela pendakian kalian bakalan nemuin para penambang belerang yang hilir mudik seperti tak kenal lelah. Dalam sehari para penambang ini bisa mengambil 2-4 kali. Kebanyang nggak sih naik ke Kawah Ijen yang punya ketinggian 2368 mdpl bolak - balik ? Nah untuk para sobat petualang yang punya uang berlebih dan pengen bawain oleh-oleh, bisa beli souvenir patung belerang. Kalau kalian beli waktu di jalan murah kok, mereka nggak mematok harga. Tapi kalau kalian beli pas di puncak, agak mahal tapi punya banyak pilihan bentuk.

Kalau baru pertama ke Ijen, kalian pasti bakalan bertanya-tanya kira-kira masih  jauh nggak ya? Nah kalau kalian tanya sama para penambang mereka biasanya bilang "sebentar lagi sampe kok". Tapi asal kalian tau, kadang yang mereka katakan untuk memberi kita semangat. Padahal masih jauh -_- hehehe


Setelah hampir 3 jam pendakian, akhirnya kami sampai di atas Gunung Ijen, tapi perjuangan menuju blue fire masih berlanjut. Harus turun menuju ke Kawahnya untuk menuju ke Blue Furenya. Kurang lebih 1 jam dari puncak lalu turun ke kawahnya.

Ingat, selalu berhati-hati dan safety harus diutamakan ya. Mengingat medan menuju ke Kawah Ijen lebih terjal di bandingkan ke Gunung Ijennya.

Sekitar pukul 05.00 akhirnya kami bisa mencapai titik Blue Fire yang sangat kami impikan. Ciiieee XO

Untunglah kami sampai di kawah sebelum matahari terbit. Jadi masih sempat menikmati Api Biru Kawah Ijen yang konon cuma ada 2 di dunia. Indonesia kaya banget nggak sih???


Oh iya, kalau mau selfie jangan lupa perhatikan dan waspada terhadap arah angin. Semakin dekat dengan blue firenya, berarti semakin dekat pula dengan asap belerang. Karena kami baru pertama kesana, nggak sadar kalau arah angin berputar balik ke arah kami, sehingga kami gelabakan dan langsung berhamburan naik. Untunglah nggak apa-apa. Cuma terkilir sedikit aja.

Menikmati Ijen di pagi hari memang indah.
Karena koneksi internet lagi low banget, bisa lihat gambar dan videonya di IG yaa : @Putriii_santoso

Salam Lestari !

Bagi kalian memang hobby naik gunung atau masih amatir. Jangan pernah lupakan Kode Etik Petualang :
  1. Take nothing but pictusre (jangan mengambil apapun kecuali gambar).
  2. Leave nothing but foot print (jangan meninggalkan apapun kecuali tapak kaki atau jejak).
  3. Kill nothing but time (jangan membunuh apapun kecuali waktu).

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung. Kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar ya ^^ yang mau ngajak ngopi bareng juga bisa *eehh